Curah Hujan Tinggi, Longsor Putus Akses Jalan Gemawang-Ngadisepi

 

TEMANGGUNG | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Jumat (2/1/2026) malam, mengakibatkan tanah longsor yang memutus akses Jalan Raya Gemawang–Ngadisepi.

Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di wilayah Desa Gemawang. Kejadian tersebut segera dilaporkan warga kepada pemerintah desa dan diteruskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung.

Tak berselang lama, petugas BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah desa melakukan peninjauan ke lokasi. Hasil pemantauan menunjukkan material longsor memiliki tinggi sekitar 50 meter dan lebar 15 meter, menutup jalan darurat yang menjadi penghubung Desa Ngadisepi, Desa Kemiriombo, dan Desa Gemawang.

Akibatnya, mobilitas warga di tiga desa tersebut terganggu. Ruas jalan ini diketahui telah beberapa kali mengalami longsor. Upaya penanganan sebelumnya dilakukan dengan membangun trase jalan pengganti di sisi atas jalan lama, namun hingga kini pembangunannya belum selesai dan belum dapat difungsikan.

Selain memutus akses jalan, longsor juga berdampak pada Saluran Irigasi Gondangan yang mengairi lahan pertanian di Desa Gemawang dan Desa Krempong.

“Terputusnya saluran irigasi mengakibatkan sekitar 500 hektare sawah terdampak. Area longsoran membentang sekitar 80 meter dan terdapat indikasi senderan irigasi mengalami keretakan serta pergeseran,” ujar Anam Narijan, warga Desa Ngadisepi.

Anam menambahkan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun hingga pukul 24.00 WIB dan berlanjut sampai Sabtu (3/1/2026) pagi, kondisi tanah di lokasi masih terus mengalami pergerakan dan berpotensi terjadi longsor susulan.

BPBD Kabupaten Temanggung mengimbau masyarakat untuk menjauhi area longsor dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Akses lalu lintas sementara dialihkan karena jalan darurat turut terdampak longsor, sehingga pengguna jalan diminta menggunakan jalur alternatif.

Saat ini, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi lintas sektor, pendataan dampak bencana, serta pemasangan rambu peringatan guna mengantisipasi risiko lanjutan. (Yusup)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *