Gebrakkasus.com – LAMSEL – Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Widodo dari Komisi II Fraksi PAN Dapil III, melakukan peninjauan terhadap pembangunan rehabilitasi jaringan utama irigasi (D.I) kewenangan Provinsi Lampung (Paket I) di Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, pada hari Selasa, (25/11/2025).
Peninjauan dilakukan setelah munculnya laporan dari masyarakat terkait dugaan penggunaan material bekas pada pembangunan talut irigasi yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah.
Dalam peninjauannya, Widodo melihat langsung dan menemukan benar adanya dugaan penggunaan kembali batu-batu lama yang masih ber semen untuk pembangunan talut. Kondisi tersebut memicu protes warga yang menilai kualitas pekerjaan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.
“Saya datang ke sini atas partisipasi dari masyarakat. Dengan anggaran besar seperti ini, dan untuk mutu bangunannya harus bagus dan bermanfaat untuk para petani Desa Taman Baru, Kelau, dan desa lainnya,” ujar Widodo.
Ia menambahkan bahwa setiap proyek pembangunan memiliki spesifikasi yang wajib dipatuhi oleh kontraktor, termasuk pemilihan material yang layak dan berkualitas. Ia menyoroti bahwa kualitas bangunan tersebut dinilai buruk.
Widodo mengaku sangat prihatin melihat kondisi fisik pembangunan yang didapat di lapangan. Menurutnya, penggunaan batu yang lama masih ber semen dapat mengurangi daya tahan talut dan berpotensi akan cepat rusak.
“Banyak sekali material lama yang dipasang kembali. Kalau seperti ini, bangunan tidak akan bertahan lama. Ini sangat disayangkan dan berpotensi menjadikan pemborosan anggaran pusat,” tegasnya.
Ia meminta kepada pihak pelaksana segera memperbaiki kualitas Pekerjaannya dan memastikan material yang digunakan sesuai standar. Kemudian Widodo Anggota DPRD dari fraksi partai Pan ini, akan layangkan surat resmi kepada Pemerintah dan Instansi Terkait
Sebagai tindak lanjut, Widodo menyatakan akan mengirimkan surat kepada dinas terkait hingga tingkat provinsi bila diperlukan.
“Saya akan surati kepala pelaksana proyek. Bila perlu sampai ke Gubernur Lampung,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Widodo juga berdialog langsung dengan salah satu pekerja proyek. Seorang pekerja “Saya mau tanya, batu-batu ini yang baru?”
Pekerja tersebut menjawab, “Di atas, Pak. Tapi yang dipasang ini batu-batu bekas material yang lama yang ber semen dipasang kembali. Bapak kan cuma pekerja, yang pasti ada arahan dari mandor. Tolong sampaikan kepada pelaksana proyeknya bahwa Pak Widodo anggota DPRD Kabupaten Lampung dari Fraksi Partai Amanat Nasional (Pan) Lampung Selatan telah meninjau pembangunan irigasi ini.”
“Ini kan program pembangunan untuk masyarakat, jadi harapan kita bisa awet, kualitas pembangunannya bagus, dan aliran sungainya berjalan dengan lancar. Jadi, kalau batu lama dibongkar terus dipasang lagi, kayaknya meragukan,” jelasnya.
Berdasarkan informasi di papan proyek, pekerjaan ini berada di bawah:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung
Nama Kegiatan: Rehabilitasi Jaringan Utama D.I (Paket I). Sumber Dana: APBN T.A. 2025.Lokasi: 6 kabupaten (26 titik lokasi) Kontrak: No. 05/HK0201/Bbws2.d2/IX/2025. Tanggal Kontrak: 19 September 2025
Penyedia Jasa: PT Brantas Abipraya (Persero) Konsultan Supervisi: PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) dengan Nilai Kontrak: Rp.37.802.222.644,39 (termasuk PPN 11%) Waktu Pelaksanaan: 101 (hari kalender).
Keluhan pertama muncul dari tokoh masyarakat dan petani setempat yang mendapati adanya batu-batu bekas bangunan lama yang masih ber semen digunakan kembali oleh pelaksana proyek.
Warga menilai hal itu berpotensi menurunkan kualitas bangunan dan merugikan petani sebagai penerima manfaat utama.
“Intinya masyarakat kecewa. Kami minta ada perbaikan, jangan pakai material bekas. Mutunya jelas tidak terjamin,” ujar salah satu warga dilokasi.
Ditanya terkait dengan berjalannya kegiatan pembangunan irigasi tersebut.
“Yanto, salah satu pekerja proyek, menyebutkan bahwa pekerjaan di titik lokasi disini telah berlangsung selama empat hari pak, sementara yang dilokasi atas sudah berjalan sekitar satu mingguan lah, dengan panjang pengerjaan ±500 meter,” pungkas Yanto pekerja
Namun’ Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan tanggapannya Media ini pun akan terus mengawal pekerjaan yang diduga Asal-asalan tersebut . *Red












