BATANG | Sebuah mobil operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang menjadi sorotan setelah terekam warga digunakan tidak sesuai peruntukan. Mobil berstiker “Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)” itu terlihat terparkir di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Minggu (23/11/2025).
Dalam foto yang beredar, pintu belakang mobil dibiarkan terbuka. Namun alih-alih berisi kotak makanan atau perlengkapan distribusi, bagian dalam kendaraan justru tampak memuat sangkar burung dara, kandang kucing, hingga sepeda motor matic.
Temuan tersebut memicu pertanyaan publik soal dugaan penyalahgunaan fungsi kendaraan yang seharusnya digunakan untuk mendukung distribusi makanan kepada pelajar.
Wakil Bupati Batang, Suyono, menanggapi keras kejadian itu. Ia menegaskan bahwa armada MBG semestinya steril dan dipakai khusus untuk pengangkutan makanan.
“Mobil MBG yang peruntukannya untuk mengangkut makanan justru dibuat mengangkut sangkar burung dan sepeda motor. Ini jelas tidak sesuai SOP,” kata Suyono, Senin (24/11/2025).
Menurutnya, penggunaan kendaraan dinas untuk mengangkut barang pribadi tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kontaminasi terhadap makanan yang nantinya dikonsumsi siswa.
Suyono menekankan, program MBG merupakan prioritas daerah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, seluruh sarana pendukung termasuk mobil operasional harus dikelola profesional dan mengutamakan higienitas. (BU)












